Make your own free website on Tripod.com

 

ALBUM PELAYANAN GITAGETSEMANI 1996-2002

Noda Getsemani | Lahir Raja | Sekali Genap | Penebusan T'lah Dekat |
Yesus 'Kan Datang Lagi
| Yesus 'Kan Datang

16 Mei 1996

Kelahiran PS Gita Getsemani Pasca pementasan

Fragmen Paskah Noda Getsemani

Juli 1996
Pelayanan KKR Kebaktian Tahunan Nasional YPPII ke 33, Batu
Okt1996
Pelayanan Pasca Kerusuhan Kebaktian Oikumene, Situbondo
Apr 1997
Pementasan Fragmen Paskah Noda Getsemani - Madiun
Juli 1997
Pelayanan KKR Kebaktian Tahunan Nasional YPPII ke 34, Batu
Dec 1997
Mini Kantata Natal 'Lahir Raja', GKI Bromo, Malang
Apr 1998
Oratorium Paskah 'Sekali Genap' GKI Bromo Malang & GBI 'Rehobot', Surabaya
Dec 1998
Kantata Natal: 'Lahir Raja'

Festival Natal Dieng Plaza, GKI Bromo, GPdI Malang, GKI Jember, GKT Jember, The Gideons International Surabaya, GBIS se-Surabaya

Apr 1999

Kantata Paskah: 'Sekali Genap'

GKI Bromo Malang & GBI 'Allah Baik', Mojokerto

Mei 1999:

Kantata Kenaikan Tuhan Yesus: 'Penebusan Telah Dekat'

GBT Kristus 'Alfa Omega' Semarang, GKI Temanggung, GBI Magelang, GKP Magelang, GKI Magelang

Des 1999

Kantata Natal:' Yesus 'kan Datang Lagi'

Natal YPPII Batu, Natal Tretes Praise Center, Natal GBI Lumajang,Natal BKSAG Probolinggo, Natal GPdI Malang, Natal Bersama di Stadion Gajayana, Natal BMGK & Dekenat, Kodya, TNI Polri Malang di Balai Merdeka UNMER

Apr 2000:

Kantata Paskah:' Yesus 'kan Datang'

GKI Stadion & GPdI se Semarang, Plaza Simpang Lima, Semarang

Sejak 16 Mei 2000, secara interdenominasi GitGet melayani KKR dan perayaan lembaga lembaga rohani.

Secara rutin GBI dan insidentil gereja lain. Pelayanan bukan saja dalam bentuk Paduan Suara,

tapi dalam bentuk Vocal Group, Singers, Ushers, Choir dll. sesuai kebutuhan pengundang.

16 Mei 2000:

Mandiri dari GKI, bernaung di bawah Yayasan Baithani, Malang. Keterangan

KKR Youth GBI Bethany, Malang,

Malam Paskah : UNMER & GKKK, Malang,

Easter Festival ABM, Malang

Jun 2000

Pelayanan Perdana GBI Diaspora, Malang,

Workshop Komisi Musik GKI Klasis Banyuwangi, Batu,

Malam Puji & Doa Komisi Dewasa GKI Bromo, Malang,

KKR GMII Elim, Malang,

Peresmian KTN YPPII ke 37 oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid, Batu

Jul 2000

Kebaktian Perjamuan Kudus rutin GBI Diaspora,

KKR Promosi MissionCare, Kartika Graha Hotel, Malang,

KKR GBI Emmanuel Revival Centre, Malang

Agt 2000

Pelayanan Perdana GBI Emmanuel Revival Centre, Malang

Concert Worship Revolution Project, Malang, sebagai Ushers,

Pembukaan Seminar Wawasan Kebangsaan Nasional V, Batu

Sep 2000

KKR HUT Perdana Full Gospel Businessmen Fellowship International Blimbing Chapter, Malang

Pernikahan Ayik & Pierre, Balewiyata, PPAG, Malang

Pelayanan Perdana GBI Betlehem, Malang

KKR Perayaan HUT XII, GBI Betlehem, Malang

Okt 2000

Pelayanan Firman & VG GitGet, GMII Elim, Malang

Pernikahan Reny & Andris, GKI Bromo, Malang

KKR GSJA, Aula SATI, Karanglo, Malang

Malam Peduli Kasih, True Worshipper, Malang, sebagai Singers

KKR Full Gospel Businessmen Fellowship International, sebagai Choir

Nop 2000
Pelayanan Firman & VG GitGet, GMII Elim, Malang

Pernikahan Retha & Richard, GBI ERC, Malang

Malam Pentas Seni pada HUT 25, GKJW Tulangbawang, Malang

Pernikahan Bertha & Roy, GKJW Tulangbawang, Malang

Dec 2000

Kebaktian & Perayaan Natal Taman Dayu, Sidoardjo

Christmas Celebration, GBI Emanuel Revival Centre

Kebaktian Natal GKI Sulung, Surabaya

Kebaktian & Perayaan Natal GKKK Semeru, SAAT, Malang

Pelayanan Gita Getsemani dari 1996 - 2000 banyak berupa pementasan pementasan paket paket Natal atau Paskah.

Pada awal setiap Paket Kantata/ Oratorium berikut ini dituliskan Materi Musik, lalu isi Buku Synopsis/ Acara yang selalu mendampingi pementasan.

Pada pementasan pementasan terakhir dituliskan isi Profil, yaitu Rencana Pementasan untuk menjadi pertimbangan bagi

semua calon pengundang atau pelaksana. Pada bagian Penutup kamimtuliskan realisasinya, yang tak selalu sama dengan apa yang direncanakan.

Cukup menarik memperhatikan perbedaan rancangan kita manusia dengan apa yang akhirnya Tuhan ijinkan terjadi.
back to top

Perayaan Paskah GKI BROMO Jl. Bromo 2, Malang

Kamis, 4 April 1996 Pukul 17.30 & 20.00

Perayaan Paskah Yayasan Pendidikan Gabriel, Madiun

Apr 1997 - Pukul.17.30 & 20.00

MATERI

BUKU SYNOPSIS

Fragmen Paskah ini adalah adaptasi yang diambil dari empat Injil synopsis yaitu:

Matius 26 : 36-56, Markus 14 : 32-52, Lukas 22 : 39-53, Yohanes 18 : 1-11

Semua dialog diambil secara murni dari Alkitab. Di luar pentas utama adalah interpretasi yang dapat mendukung suasana ceritera menjadi keseluruhan yang utuh, sehingga pesan yang terkandung dalam setiap adegan dapat sampai kepada segenap mata jiwa yang penuh atensi mengikutinya.

Episode Noda Getsemani

Kisah ini berawal dari malam saat usai perjamuan terakhir. Episode singkat tapi penting ini menekankan nilai sebuah pergumulan yang harus dilalui oleh Sang Kristus untuk karya penebusanNya. Sebuah dilema yang harus dilampaui dengan resiko pengorbanan yang tertinggi yang dapat dilakukan oleh manusia, yaitu menyerahkan nyawa demi tuduhan dan kecemburuan pemimpin agama Yahudi saat itu.

Pada akhir dari lakon ini, penyerahan diri Yesus kepada musuh musuhNya bukanlah suatu kekalahan yang mengenaskan, tapi lebih sebagai suatu kemenangan besar seorang Pahlawan.

Secara manusiawi Ia ingin melepaskan diri dari vonis yang ngeri. Tapi dalam konflik batin yang teramat berat dan sakit, Ia juga belajar mentaati takdir Ilahi.

Konflik Kepasrahan dan Kemanusiawian Yesus memberi teladan bahwa dalam krisis Ia mencari kekuatan melalui doa. Harapan atas dukungan dari teman, dianggapNya penting untuk menanggung beban penat yang sarat. Namun yang terpenting adalah repetisi kepasrahan kalimat Bukan kehendakku, kehendakMu jadilah, yaitu klimaks konflik kemanusiawian menghadapi kepasrahan. Sikap inilah yang selayaknya dan seharusnya dilakukan oleh orang beriman: memasrahkan segala sesuatu kepada Tuhan tanpa tapi sebagai syarat.

Janji Hampa. Janji tinggal janji rupanya telah mendarah daging pada jiwa kita tanpa kita pernah gelisah menyadarinya. Betapa sering kata kata yang terangkai indah keluar dari mulut dan hati kita menjadi tanpa arti, tanpa ada kesungguhan menepatinya. '... bila situasi menggiring untuk melupakan iman kita sudahkah mampukah kita tetap memelihara dan mempertahankan kesetiaan kita?'

Ketiduran Rohani Berjaga. Betapa sulitnya kita bertahan untuk tetap terjaga, tetap waspada, karena banyak sekali celah yang dapat membuat kita jatuh tertidur. Keterpikatan dalam kenyamanan hidup, membuat kita tertarik kepada keinginan pribadi belaka. Alangkah tipisnya serat iman kita, teramat rapuh untuk menepis kepuasan hidup yang makin menggiurkan, membuat kita malas mencari dan mendengar kehendak Tuhan. 'Mirip sekali dengan kita, yang cenderung mendahulukan pilihan dan kehendak hati sendiri diatas permintaan Tuhan dari kita.

Kasih Kepada Lawan. Dapatkah kita mengasihi lawan kita? Suatu pertanyaan yang dijawab dengan segera: sangat sulit! Yesus meneladankannya dengan suatu tindakan yang jauh di luar jangkauan pemikiran manusia dan hanya dapat dilakukan dengan kasih, yaitu menyembuhkan daun telinga Malkhus, hamba Imam Besar yang ikut menangkapNya. Pada saat-saat terakhirpun ketika kegentaran menghimpitNya nyaris tak tertahankan, Dia masih tetap menunjukkan betapa kasihNya sungguh tak berbatas. Dalam kesusahan dapatkah kita tetap membagi kasih kepada sesama kita, terutama musuh kita?

Keperkasaan Menantang Maut. Tidak ada keraguan sedikitpun ketika Yesus menyerahkan diri untuk ditangkap, dianiaya dan disalibkan. Dengan menyangkal diri dan mentaati kehendak BapaNya, Yesus menantang palang jahanam itu dengan sikap seorang pahlawan, karena Ia tahu untuk itulah Ia datang. Mampukah kita menantang 'salib-salib'kita dengan hati penuh keberanian seorang ksatria sejati?

Dari penghujatan dan kehinaan yang terdalam Ia memasuki kemuliaan yang tertinggi. Karena Ia telah taat sampai mati sebagai pahlawan demi kita semua.

 

back to top

April 1998 - GKI Bromo Malang & GBI Rehobot, Surabaya

April 1999 - GKI Bromo Malang & GBI Allah Baik, Mojokerto
back to top

 

 

MATERI

SYNOPSIS

Pengertian Oratorium & Kantata:

Oratorium adalah suatu bentuk pementasan suatu kisah dalam Seni Peran yang dikombinasi dengan musik, suara, lampu, narasi, dan efek visual lainnya untuk menghasilkan dampak maksimal penyampaian suatu pesan.

Dalam pelaksanaannya pementasan oratorium membutuhkan segenap ketrampilan yang dibutuhkan suatu teater profesional, baik dari sisi pemeranan maupun segenap sarana pendukungnya.

Kantata adalah bentuk pementasan bunga rampai pujian yang memiliki tema tertentu, oleh Paduan Suara dengan koreografi, diselingi narasi untuk memperkuat penyampaian suatu pesan.

Pementasan Oratorium adalah suatu pagelaran besar yang menimbulkan kesan amat mendalam, bila disiapkan dengan baik. Dukungan Panitia pelaksana terhadap optimalnya pementasan dan penyampaian pesan adalah syarat mutlak dari pementasan ini. Pementasan Oratorium tidak dapat digabung dengan acara apapun juga, kecuali pujian persiapan, karena keseluruhan pementasan sudah merupakan suatu khotbah tersendiri. Di sisi lain, Kantata merupakan rangkaian pujian Paduan Suara dengan koreografi, yaitu tata gerak para penyanyi yang memperkuat pesan lagu itu, minus semua pemeranan dan tata busana.

Sekalipun tidak mungkin mengungguli dampak sebuah Oratorium, Kantata memiliki keuntungan kelincahan adaptasi dengan lokasi dan ekonomis dalam pelaksanaan. Selain itu susunan lagunyapun dapat disesuaikan dan diintegrasikan dalam suatu liturgi kebaktian.

B. Sejarah Oratorium Paskah Sekali Genap:

PS Gita Getsemani* terbentuk tanpa sengaja melalui suatu pementasan fragmen Paskah Noda Getsemani pada tahun 1996. Melalui kesatuan hati yang terikat sejak pementasan, para pemeran yang kebetulan bertalenta musik melanjutkan pelayanan dalam bentuk Paduan Suara yang menyanyikan lagu lagu rohani dalam irama Kontemporer. Pelayanan ini berkembang terus, dan pementasan fragmen itu menjadi Oratorium Paskah Sekali Genap. Naskah ini telah berkembang di bawah pimpinan Tuhan, dari peragaan doa Yesus di Taman Getsemani, menjadi seluruh kisah Yesus sejak doa di Getsemani itu sampai kenaikanNya ke Surga. Oleh kemurahan Tuhan naskah ini telah dipentaskan 8 kali sejak th.1996 - 1998, di Malang, Madiun dan Surabaya. Karena kemurahan Tuhan pula, pelayanan Paduan Suara yang paling akhir, Kantata Natal 1998 Lahir Raja telah dipentaskan 9 kali, dari tgl. 5 Desember 1998 - 15 Januari 1999 dan telah menjadi berkat bagi banyak orang, di Malang, Surabaya dan Jember. (*Nama Getsemani dipilih untuk mengenang peristiwa 'Noda Getsemanię yang menyatukan pemujinya, Gita berarti lagu/ pujian, yang bermaksud agar 'Nodaę dalam diri pemujinya menjadi Gita lagu/pujian.)

C. Tema, Bentuk dan Durasi Oratorium atau Kantata Sekali Genap

Gita Getsemani berkeyakinan bahwa kisah kematian Yesus di salib adalah peristiwa nyata yang paling dramatis dan penting dalam sejarah manusia. Tema ini menggambarkan bahwa penebusan dosa oleh Yesus adalah Sekali Untuk Selamanya; Sekali Genap.

Diadaptasi dari Kantata/Musikal Paskah Once and For All karya Tom Fettke, yang dikombinasi dengan naskah Fragmen Paskah Noda Getsemani karya PS. Gita Getsemani, Sekali Genap memerankan hari hari terakhir Yesus dalam nyanyian Paduan Suara dengan Koreografi, Solo dan Narasi Interpretatif dari setiap kejadian. Penggambaran tokoh Yesus melalui khotbah, nyanyian, puisi ataupun tayangan media lain tak akan dapat menggantikan penggambaran melalui pemeranan yang sebenarnya. Di dalam Oratorium Sekali Genap, semua peristiwa diperankan dalam keadaan seotentik mungkin, baik dari tata busana, tata lampu, tata suara, seni peran dan semua pendukungnya. Seluruh monolog dan dialog diambil secara murni dari ayat ayat dari ke empat injil Alkitab, kecuali beberapa adegan interpretatif dari laporan keempat Injil. Secara singkat, kisah dimulai sejak perpisahan Yesus dengan murid muridNya setelah Perjamuan Terakhir sampai dengan Kenaikan Yesus ke Surga.

Durasi Oratorium adalah 1 jam 45 menit tanpa jeda. Durasi Kantata adalah +/- 40 menit dan dapat diedit sesuai kebutuhan. Pementasan Oratorium adalah suatu proyek yang melibatkan banyak unsur dan harus digarap dengan sangat serius dan intensif. Setiap pihak yang rindu untuk mementaskannya harus menyiapkan diri dengan kepanitiaan yang sungguh sungguh berkomitmen dan profesional.

D. Tujuan Pementasan Oratorium atau Kantata:

1. Memberitakan Jalan Keselamatan kepada mereka yang belum percaya melalui narasi antar lagu yang dikemas seperti pemberitaan Firman.

2. Mengembalikan kepentingan makna Paskah yang masih belum dirayakan lebih atau sepenting perayaan Natal oleh gereja gereja dan kelompok anak Tuhan.

3. Menyadarkan semua pendengar tentang kepentingan pengorbanan dan penebusan dosa oleh Yesus melalui kematianNya yang sekali untuk selamanya.

4. Bekerjasama dengan kelompok anak Tuhan dimana saja yang memiliki visi dan beban yang sama untuk pemberitaan firman secara efektif dan komunikatif. Gita Getsemani rindu untuk memanfaatkan anugerah Tuhan, talenta dan semua sumber daya yang ada dalam menyampaikan pesan Firman untuk sebanyak mungkin golongan. Pada masa yang lalu - seperti pada banyak paduan suara pada umumnya - dirasakan bahwa pujian ini masih dikemas untuk kalangan sendiri yaitu jemaat di dalam gereja. Namun sejak tahun 1999, Gita Getsemani makin menyadari bahwa semua investasi waktu dan persiapan yang amat berharga, seharusnya juga bertujuan untuk menjangkau mereka yang belum percaya.

E. Standar Pementasan Oratorium:

E.1 Standar Pementasan:

Seperti sebelumnya, Oratorium ini akan disampaikan dalam bentuk Drama, Paduan Suara dengan Koregrafi, Solo dan Narasi dengan backsound Soundtrack dari WORD MUSIC, USA. Hadirin mengikutinya melewati lembar synopsis yang dibagikan.

Bila diinginkan, pada beberapa lagu PS mengundang dan ingin melibatkan kelompok penari, atau pendukung (tamburin, banner dll) untuk bergabung bersama dalam kesatuan Tubuh Kristus.

Semua lagu Oratorium telah direkam di dalam kaset untuk dijual kepada jemaat setelah pementasan di mana saja diadakan.

Untuk situasi yang tak memungkinkan, lagu lagu Oratorium ini dapat disampaikan dalam bentuk Kantata Paskah

back to top

Pementasan

6-12-1998 pk.19.00 Bambang Art & Florist Festival Natal 98 Dieng Plaza, Malang

12-12 -1998 pk. 17.00 Panitia Natal Bersama Panti Asuhan Kristen Se Kodya/ Kab Malang Perayaan Natal RM. Nikmat Lezat, Malang

19-12-1998 pk. 19.00 The Gideons International Surabaya Camp Natal Gideon Jatim H. Equatorial, Surabaya

24-12-1998 pk. 17.00 pk. 20.00 GKI Bromo Kebaktian Natal I Kebaktian Natal II Jl. Bromo 2, Malang

27-12-1998 pk.07.30 GKI Jember Kebaktian Natal Jember

27-12-1998 pk.17.00 GKT Jember Kebaktian Natal Jember

9 - 1- 1999 Persekutuan Oikumene PT.Bentoel Kebaktian Natal RM.Sengkaling.

back to top

MATERI

PROFIL

A.Pendahuluan: Pagelaran sebuah Kantata selalu menjadi sajian utama Peringatan Hari Raya Gerejawi untuk mengenang suatu peristiwa. Sekalipun di negara negara Barat, kantata bukan lagi hanya untuk perayaan Natal dan Paskah, namun sudah berkembang menjadi suatu pagelaran paduan suara tematis, di negara kita Kantata masih termasuk langka. Hal ini disebabkan karena kurangnya sumber info, materi dan sumberdaya.

Kantata Natal Lahir Raja diadaptasi dari sebuah karya Musikal Natal untuk Paduan Suara Kontemporer yang dirakit oleh Beverly Darnall, seorang produser musik ternama yang merangkai lagu lagu gubahan Michael W. Smith, seorang komponis lagu rohani kontemporer. Lagu Natal yang termasuk di dalamnya adalah lagu lagu Natal kontemporer, dengan diselingi tema tema klasik yang beberapa dibawakan secara medley. Tempo ritmis dan permainan perkusi yang relatif 'beranię untuk musik rohani memang diarahkan untuk publik berjiwa muda, sesuai dengan gaya kantata itu. Menyadari bahwa publik gereja dan umum masa kini makin apresiatif terhadap trend musik yang komunikatif dan akrab dengan telinga, maka PS. Gita Getsemani GKI Bromo telah menyiapkan Pementasan Kantata ini untuk membagi sukacita Natal melalui rangkaian nada, irama dan sabda. Adalah suatu sukacita tersendiri bila pada tahun ini PS Gita Getsemani boleh dipercaya Tuhan untuk membagi berkat kepada berbagai kelompok yang berbeda dalam menyampaikan berita Injil Keselamatan.

Bahkan patut disyukuri kesempatan melayani publik umum masyarakat kota melalui pementasan di Plaza Dieng, sehingga suasana Natal bukan hanya dikenal sebagai suatu musim hura hura, tapi pesta yang punya makna penting untuk keselamatan tiap orang. Dukungan moril berupa doa dan restu, bersama dukungan daya dan dana dari semua pihak akan memberi semangat besar kepada PS ini dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya membawa injil Tuhan dan memuliakan namaNya dalam jadual yang padat.

B.Tujuan:

1. Kepada Publik Umum: Pementasan Kantata rindu agar masyarakat mau memberi waktu dan hati untuk mendengar Berita Sukacita Natal secara atraktif dan komunikatif melalui pujian Natal. Juga didoakan dihilangkan kesan bahwa musik gerejawi itu hanya dikemas untuk kelompok masyarakat tertentu dalam lingkungan sendiri yang telah mengenal Jalan Keselamatan itu.

2. Kepada Jemaat Gereja: Pementasan Kantata didoakan dapat membagi berkat dan sukacita Natal kepada jemaat gereja di dalam situasi kehidupan yang dilanda keresahan.

C. Bentuk Pujian

Paduan Suara dalam empat suara, dengan selingan solo dan narasi di sana sini. Pengiringan orkestrasi musik dengan Soundtrack dari CD produksi WORD Music, USA. (Copy CD & Buku terlampir) Pada bagian tertentu, jemaat diajak untuk ikut menyanyi bersama. Bila situasi memungkinkan akan dinyalakan lilin, dan dipadu dengan koreografi ringan. D. Durasi: Waktu pementasan lengkap 30 - 40 menit, tapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dengan mengedit jumlah lagu. Penempatan Firman Tuhan dapat disesuaikan dengan acara.

 

REALISASI

6-12-1998 pk.19.00 Bambang Art & Florist Festival Natal 98 Dieng Plaza, Malang

12-12 -1998 pk. 17.00 Panitia Natal Bersama Panti Asuhan Kristen Se Kodya/ Kab Malang Perayaan Natal RM. Nikmat Lezat, Malang

19-12-1998 pk. 19.00 The Gideons International Surabaya Camp Natal Gideon Jatim H. Equatorial, Surabaya

24-12-1998 pk. 17.00 pk. 20.00 GKI Bromo Kebaktian Natal I Kebaktian Natal II Jl. Bromo 2, Malang

27-12-1998 pk.07.30 GKI Jember Kebaktian Natal Jember

27-12-1998 pk.17.00 GKT Jember Kebaktian Natal Jember

9 - 1- 1999 Persekutuan Oikumene PT.Bentoel Kebaktian Natal RM.Sengkaling

back to top

 

Mei 1999

GBT Kristus Alfa Omega Semarang

GKI Temanggung, GBI Magelang

GKP Magelang

GKI Magelang

back to top

MATERI

PROFIL

A. Latar Belakang:

Sebuah Kantata* selalu memiliki kekuatan luar biasa untuk menarik pendengarnya. Jemaat Tuhan ataupun masyarakat umum, terutama penggemar musik, selalu terpikat untuk mendengarkan bunga rampai lagu lagu yang dibawakan dalam irama kontemporer dengan penampilan yang bermuatan pesan rohani namun tidak meninggalkan nuansa pertunjukkan.

PS Gita Getsemani telah membagi dan menikmati berkat dalam pengalaman menyampaikan pujian baik pada setiap acara Paskah dan Natal sejak th. 1996. Pementasan 'Noda Getsemani' yang berkembang menjadi Oratorium Paskah 'Sekali Genapę telah dipentaskan 8 kali sejak th.1996 - 1998. Pelayanannya yang paling akhir, Kantata Natal 'Lahir Rajaę dipentaskan sebanyak 9 kali, dari tgl. 5 Desember 1998 - 15 Januari 1999 dan telah menjadi berkat bagi banyak orang, di Malang, Surabaya dan Jember. Gita Getsemani rindu untuk memanfaatkan anugerah Tuhan, talenta dan semua sumber daya yang ada dalam menyampaikan pesan Firman melalui pujian untuk sebanyak mungkin golongan. Pada masa yang lalu - seperti pada banyak paduan suara pada umumnya - dirasakan bahwa pujian ini masih dikemas untuk kalangan sendiri yaitu jemaat di dalam gereja. Namun sejak tahun 1999, Gita Getsemani makin menyadari bahwa semua investasi waktu dan persiapan yang amat berharga, seharusnya juga bertujuan untuk menjangkau mereka yang belum percaya. Bila pujian itu disampaikan kepada kalangan sendiri, tujuannya adalah untuk membangkitkan suatu kesadaran pada tema Kantata yang disajikan untuk menjadi perhatian bersama. Disadari pula dengan krisis yang melanda kita, pembiayaan merupakan hal yang cukup penting untuk dipertimbangkan. Karena itu untuk sementara, bentuk pementasan Oratorium dirubah menjadi Kantata, yaitu * bunga rampai pujian bertema tertentu, dengan narasi dan koreografi yang sesuai, karena diyakini bentuk inilah yang lebih 'lincahę dan 'mobilę dibandingkan dengan suatu pementasan Oratorium yang amat intensif membutuhkan sumber daya. Diyakini hal ini juga meringankan beban pihak pengundang yang bervariasi anggarannya.

B. Tema: Penebusan T'lah Dekat (subtema: Siapkan Kembalinya Sang Raja)

Pada Paskah tahun ini, Gita Getsemani telah bersepakat untuk mengangkat suatu tema yang aktual dan relevan untuk masa kini. Semua orang perlu menyadari bahwa kesudahan segala sesuatu telah dekat. Semua orang harus siap, bukan saja menjelang hari Tuhan, tapi juga secara pribadi untuk menghadap Sang Penciptanya. Sekalipun hal ini sudah sering disampaikan, ternyata jemaat dan masyarakat masih menganggap ringan semua peringatan Tuhan. Perhatian pada persiapan menghadapi akhir jaman ini hanya terdapat pada gereja gereja yang sungguh sungguh mencari kehendak Tuhan dan berupaya meninggikan namaNya. Bahkan kesadaran ini juga ada pada kelompok non Kristen yang menyerukan pertobatan secara nasional, istiqhotsah, doa bersama mohon pengampunan dan banyak ekspresi kesadaran lain. Karena itu, Kantata ini diambil dari beberapa album dan dirangkai dengan satu tema, bahwa Yesus, Sang Jurusęlamat yang pernah mati, bangkit dan kembali ke Surga itu akan kembali lagi sebagai Raja untuk masa penghakiman yang terakhir. Susunan lagu dirancang sedemikian rupa untuk mencakup Kisah dan Hakekat Kematian Tuhan Yesus, Kebangkitan dan Kenaikannya ke Surga, Penghiburan dan Pendampingan Roh Kudus dalam kehidupan sehari hari semua anak Tuhan, dan pernyataan bahwa Dia akan kembali sebagai Raja yang memerintah selamanya.

C. Tujuan Pementasan Kantata:

1. Memberitakan Jalan Keselamatan kepada mereka yang belum percaya melalui narasi antar lagu yang dikemas seperti pemberitaan Firman.

2. Mengembalikan kepentingan makna Paskah yang masih belum dirayakan lebih atau sepenting perayaan Natal oleh gereja gereja dan kelompok anak Tuhan.

3. Menyadarkan semua pendengar tentang kepentingan persiapan diri menyambut kedatangan Sang Raja Semesta yang kedua kalinya.

4. Bekerjasama dengan kelompok anak Tuhan dimana saja yang memiliki visi dan beban yang sama untuk pemberitaan firman secara efektif dan komunikatif.

D. Rencana Pementasan Kantata: D.1 Bentuk Pementasan:

« Seperti sebelumnya, Kantata ini akan disampaikan dalam bentuk Paduan Suara, Solo dan narasi dengan backsound Soundtrack. Hadirin mengikutinya melewati lembar synopsis yang dibagikan.

« Bila diinginkan, pada beberapa lagu PS mengundang dan ingin melibatkan kelompok penari, atau pendukung (tamburin, banner dll) untuk bergabung bersama dalam kesatuan Tubuh Kristus.

« Direncanakan pula perekaman lagu lagu Kantata di dalam kaset untuk dijual kepada jemaat setelah pementasan di mana saja diadakan.

« Bila memungkinkan, pelayanan kepada umum dapat dilaksanakan dalam konteks Bazaar/ Expo penjualan barang barang Paskah. Dari pengalaman, kehadiran Paduan Suara di tempat yang tidak lazim sangat menarik perhatian, dan berhasil menahan pembelanja untuk mendengarkan pesannya.

D.2 Jadual Pementasan: Bila diundang, pementasan Kantata direncanakan untuk dilaksanakan sebagai berikut:

1. Penutup Acara Pekan Paskah di DALAM KOTA: +/- Tgl. 8 & 9 April 1999

2. Dalam Acara Festival Paskah* Di DIENG PLAZA: +/- Tgl. 10 April 1999

3. Dalam Kebaktian Atau Perayaan Paskah DI TEMPAT LAIN**: +/- Tgl.11 - 20 April 1999

4. Dalam Peringatan Kenaikan Tuhan Yesus: tgl. 13 Mei 1999

 

28 Desember 1999

Stadion Gajayana Malang

YPPII Batu, Tretes Praise Center, GBI Lumajang, BKSAG Probolinggo, BMGK & Dekenat di Stadion Gajayana Malang, Kodya, TNI Polri Malang di Balai Merdeka UNMER

back to top

MATERI

PROFIL

'Yesus 'kan Datang Lagi'

A. Pendahuluan: Sepanjang sejarah manusia, pergantian milenium (seribu tahun) baru terjadi satu kali. Selama itu pula kita terbiasa merayakan sesuatu dalam kelipatan waktu satu tahun. Kelipatan Sepuluh umumnya dirayakan secara lebih khusus. Apalagi kelipatan Seratus tahun, pastilah suatu peristiwa yang disiapkan secara luar biasa.

Tidak banyak manusia sempat menikmati pergantian kelipatan seratus tahun. Yang akan segera kita hadapi adalah pergantian Seribu Tahun, yang disebut sebagai Pergantian Millenium Baru. Kota kota dunia dan lembaga lembaga internasional mengantisipasi pergantian ini dalam antusiasme yang tinggi. Banyak yang menyiapkan penyelenggaraan Expo, pembangunan monumen, penulisan buku, penerbitan musik dan macam macam pagelaran lain untuk mengenang pergantian tahun seribu yang baru kedua dalam sejarah. Tonggak sejarah ini dianggap penting karena suatu gerbang baru sedang terbuka. Banyak paradigma lama harus diganti dengan pola pikir yang diperbarui.

Dalam konteks iman Kristen, seyogyanya semua manusia makin sadar bahwa kedatangan Tuhan sudah makin dekat terutama dengan makin jelasnya tanda tanda akhir zaman ini. Peristiwa Natal yang mengenang kedatanganNya pertama kali - pada tahun ini terasa khusus, karena terjadi pada masa penting itu, sehingga amat perlu juga dilakukan oleh gereja Tuhan.

Karena itu Gita Getsemani rindu untuk mengangkat suasana antisipasi di dalam gereja dengan melayankan pujian dalam bentuk Kantata Natal dan Millenium berthema: 'Yesus Kan Datang Lagi'. Paduan Suara rindu berbagi sukacita dan mengajak jemaat untuk sungguh sungguh mempersiapkan diri. Seluruh umatNya harus diperingatkan, tak lama lagi Ia akan menjemput seluruh umatNya yang siap. Paket Kantata ini relatif panjang karena kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk memberitakan berita keselamatan bagi orang belum percaya. Seluruh antisipasi kedatangan Yesus yang dipromosikan tak akan bermakna bagi pendatang yang belum mengenal karya keselamatan. Seluruh acara ini harus dikemas dengan memperhitungkan kehadiran mereka, agar ada pertobatan dari penginjilan.

B. Pemilihan Tema dan Tujuan Pementasan:

Pemilihan Tema 'Yesus 'kan Datang Lagi' karena alasan:

1. Empat kata ini mengandung pernyataan yang amat kuat,tegas dan relevan karena mengenai: Tokoh terpenting dalam sejarah (Yesus) dalam Kepastian terpenting ('akanę) dalam dunia yang serba tak pasti melakukan Tindakan terpenting untuk mengakhiri sejarah (Datang) dalam Pengulangan terpenting penyelamatan manusia (Lagi)

2. Pencantuman Tema melalui publikasi di penjuru kota (spanduk/ baliho/ poter) memberi kesempatan nama Yesus dan peringatan kedatanganNya dikumandangkan kepada dunia di luar gereja, dan merupakan proklamasi yang amat tegas dan lugas dari orang percaya.

Tujuan Pementasan:

1. Membagi Berita dan Sukacita Natal untuk semua orang, jemaat gereja dan umum. 2. Memberitakan Karya Penyelamatan Allah melalui penebusan dosa Kristus di salib dan kebangkitanNya kembali, untuk orang yang belum percaya.

3. Memberi Kesadaran Baru untuk gereja Tuhan dan jemaat untuk lebih menyiapkan diri menghadapi Hari Tuhan yang makin dekat.

4. Melatih diri untuk bekerjasama dengan lembaga dan atau gereja lain dalam persekutuan dan kesatuan Tubuh Kristus dalam rangka pementasan tersebut. Hal ini dibutuhkan sekali oleh semua anak Tuhan pada masa kini.

C. Bentuk Pementasan:

« Bunga Rampai pujian lagu dengan gerak Koreografi oleh Paduan Suara (lih. Daftar) didukung Tim Penari dan Panji.

« Terdiri dari 2 Babak diselingi Firman Tuhan singkat, narasi, dan didukung tata suara, kostum,dan tata lampu dll. Di antara lagu lagu akan ada kesaksian nyata dari petobat yang berubah kehidupannya. Pada saat break, jemaat dipandu Band untuk menyanyi.

« Jemaat mengikuti pementasan Kantata melalui Synopsis yang dibagikan Panitia. « Durasi Pementasan dan Pujian : +/- 1,5 jam

D. Rencana Pementasan:

« Bila Tuhan kehendaki, pementasan Kantata akan dilakukan di Gedung Umum dan Gereja lain yang mengundangnya, pada pergantian Tahun 1999 - 2000, dan pada Triwulan Pertama th.2000. Bila ingin melaksanakan Kantata Natal saja jumlah lagu hanya 6, dan dapat disesuaikan dengan acara. Bila memasuki pertengahan Januari ke atas, maka bagian perayaan Milenium yang diberi tekanan, dan akan berjumlah 11 lagu.

« Jumlah pemuji, pemeran dan pendukung PS sejumlah 60 - 65 orang. Dengan tim Tamburin, figuran dan Tim Panji dapat berjumlah 90- 100 orang.

E. Pelaksanaan:

« GKI Bromo akan mementaskan pada tgl.1 Januari 2000 di gedung Peacock Hall, H. Kartika Graha. Bila diijinkan Tuhan, diharapkan pementasan dapat diadakan lagi pada tgl.2 / 3 Januari sehingga publikasi dapat berpatungan dengan penyelenggara lain yang akan menghemat biaya. Lokasi tidak harus di tempat yang sama, bahkan diharapkan lokasi yang dapat mengakomodasi lebih banyak pengunjung, mis: Stadion dengan perlengkapan tenda.

« Dalam rangka mewujudkan kerjasama dengan semua tubuh Kristus, PS berharap bergandeng tangan dengan semua pihak yang memiliki visi yang sama. Sebagai panitia pelaksana pementasan untuk GKI telah ada Panitia tersendiri, tapi seluruh pelaksana pementasan tidak dibedakan. Semua tim pendukung akan mementaskan dengan personil yang sama, dari gereja yang berbeda beda. Panitia pelaksana pementasan untuk kebersamaan gereja dapat dibentuk dari gereja atau lembaga yang terbeban.

« Panitia: Semua Gereja / Lembaga Lain yang terbeban, BMAG, BKSG Malang « Pemuji: PS. Gita Getsemani

« Pendukung: Narator & Pemimpin Pujian: YPPII Batu Koordinator Tarian : Merry cs, STT III Batu Pemeran & Figuran dll: PPM (Persatuan Pelajar Kristen Malang) Penyandang Dana: GKI Bromo1), Yayasan Baithani2) Pribadi/ Lembaga & Gereja yang terbeban 3)1): untuk pementasan GKI Bromo, 2) utk Surabaya 3) untuk pementasan lainnya.

F. Garis Besar Isi dan Daftar Pujian Kantata:

1. Pembukaan Kantata

2. Sukacita Dan Berita Kedatangan Tuhan Yesus

3. Proklamasi Dan Kesaksian Tujuan Natal

4. Kisah Pelayanan Yesus Selama Hidup

5. Kisah Penebusan Dosa Oleh Yesus (Derita, Penyaliban, Kebangkitan Dan Kenaikannya)

6. Pernyataan Kesaksian Iman Orang Yang Percaya

7. Tawaran Kepada Dunia Bahwa Yesus Yang Menjadi Jawaban Masalah

8. Sukacita Keselamatan Dari Orang Beriman

9. Penyerahan Diri Orang Beriman

10. Kerinduan Pulang Anak Tuhan Di Tengah Tanda Tanda Akhir Jaman

11. Anjuran Gereja Tuhan Untuk Bersatu Mempersiapkan Diri Sebagai Mempelai Tuhan

12. Peringatan Berjaga Dan Setia Menanti Janji Kemuliaan Surgawi

13. Antisipasi Sukacita Penyambutan Kedatangan Yesus Yang Kedua

(Penutup Kantata)
back to top

 

21 -22 April 2000

Plaza Simpang Lima

Semarang

back to top

MATERI

PROFIL

A. Prolog:

Kantata Paskah Millennium 2000 dengan tema Yesus Kan Datang merupakan kontinuitas dari tema eskatologis Kantata Natal Millennium 2000 'Yesus Kan Datang Lagi'. Kantata kolosal ini didukung oleh 400 pemuji dari berbagai gereja di kodya & kab. Malang sebagai wujud kesatuan Tubuh kristus yang indah. Dipentaskan sebanyak delapan kali pada bulan Desember 1999 dan Januari 2000, pementasan utama dilakukan di Stadion Gajayana dihadiri +/- 18,000 pengunjung. Didoakan agar kebersamaan antar gereja dapat terwujud dengan kantata ini dipentaskan di kota kota lain pada masa mendatang

Gita Getsemani rindu untuk memanfaatkan anugerah Tuhan, talenta dan semua sumber daya yang ada dalam menyampaikan pesan firman untuk sebanyak mungkin golongan. Dari pengalaman dijumpai betapa jemaat Tuhan rindu suatu perayaan dikemas dengan melibatkan segenap potensi gereja dengan berbagai wujud kreatifitas dan seni. Naskah kantata ini memberi kesempatan seluas luasnya kepada gereja pengundang untuk mengembangkan sendiri dengan seluruh potensi yang ada. Dengan dukungan dari banyak pihak, didoakan agar kantata ini boleh menjadi berkat bagi banyak orang termasuk semua yang terlibat didalam penyelenggaraannya. .

B. Visi & Tujuan:

1. Memberitakan jalan keselamatan kepada mereka yang belum percaya melalui narasi antar lagu yang dikemas seperti pemberitaan firman. Menyadarkan pendengar tentang pengorbanan dan penebusan dosa oleh Yesus melalui kematiannya yang sekali untuk selamanya.

2. Mengembalikan kepentingan makna Paskah yang masih belum dirayakan lebih atau sepenting perayaan natal oleh gereja gereja dan kelompok anak Tuhan.

3. Memberikan kesadaran jemaat tentang pentingnya kita menyiapkan diri dan berwaspada menghadapi kedatangan Tuhan yang semakin dekat.

4. Mempersatukan gereja Tuhan sebagai mempelaiNya, dalam bentuk kerjasama antar gereja dan kelompok dimana saja yang memiliki visi dan beban yang sama untuk pemberitaan firman secara efektif dan komunikatif, sebagai wujud salah satu perintah Yesus.

C. Bentuk & Pendukung

1. Bunga rampai pujian paduan suara kontemporer dari kurang lebih 10 lagu dalam gerak koreografi diiringi tarian tamburin,diselingi dengan narasi dan berbagai ekspresi diri lainnya.

2. Diawali dengan puji-pujian, kantata ini dibagi dalam dua babak, diselingi firman Paskah

3. Jemaat mengikuti melalui synopsis yang memuat seluruh hakekat dan lirik kantata. 4. Pendukung Kantata berjumlah: +/- 75 orang: 55 Pemuji,

5 Penari dan 15 Pendukung (Konduktor, Soundman, Penata Acara, Penata Kostum, Penata Properti, Dokumentasi, Merchandising, Perlengkapan dll)

D. Jadual Pementasan

1. Tgl. 21 April 2000 di GKRI Getsemani Surabaya (langsung berangkat ke Semarang) 2. Tgl. 22 April 2000 di Plaza Simpang Lima, Semarang oleh GPDI Semarang

3. Tgl. 23 April 2000 di Plaza Simpang Lima, Semarang oleh GKI Stadion (langsung kembali ke Malang)

4. Tgl. 30 April 2000 di gereja yang akan Tuhan tetapkan kemudian.

 

 

back to top